LAPORAN BACAAN (BOOK REPORT)
OLEH: HERMALIZA
OLEH: HERMALIZA
Identitas
Buku
Filsafat Umum
Penulis : Drs. H.A. Fuad Ihsan
Penerbit : Rineka Cipta, Jakarta
Cetakan : Pertama, Februari 2010
Tebal : ix + 295 Halaman
STRUKTUR LAPORAN BACAAN
I.
PENDAHULUAN
Buku yang akan dilaporkan adalah buku yang berjudul Filsafat Ilmu yang ditulis oleh Fuad
Ihsan. Buku ini diterbitkan pada Februari 2010 dan dicetak di Jakarta oleh
penerbit Rineka Cipta dengan tebal ix 295 halaman dan ketebalan 20,5 cm.
Buku ini
menceritakan sejarah perkembangan pengetahuan dan ilmu pengetahuan manusia dari
zaman ke zaman melalui analisa berbagai masalah. Dengan lugas para penulisnya
membahas filsafat ilmu yang mencerminkan kekhasan bidang tersebut, tidak
sekadar menceritakan perkembangan ilmu itu sendiri. Beberapa bagian dari buku
ini mengungkapkan masalah kebenaran dan ketidakpastian ilmu, serta
masalah-masalah kemanusiaan lain yang terletak di luar bidang perkembangan ilmu
pengetahuan.
Materi dalam
buku ini disusun berdasarkan pendekatan atau sistematika filsafat ilmu: ontologi,
epistemologi, dan aksiologi. Adapun cakupan meteri secara umum yang
dibentangkan buku ini antara lain: Sejarah perkembangan ilmu, Filsafat, ilmu
dan filsafat lmu, Dasar-dasar pengetahuan, Dimensi keilmuan, Sarana berpikir
ilmiah, Ilmu dan teknologi, Ilmu dalam strategi insan.
II. LAPORAN BAGIAN BUKU
Buku Filsafat
Ilmu yang ditulis oleh Fuad Ihsan pada tahun 2010 ini, disusun
berdasarkan pendekatan/ sistematika filsafat ilmu: ontologi, epistemologi, dan
aksiologi.
Buku ini memuat delapan topik kajian yang
terjabarkan ke dalam delapan bab.
Bab I: Mengenal
Filsafat Ilmu
Bab I menyajikan tentang filsafat
ilmu, Fuad Ihsan menjelaskan filsafat ilmu dimulai dengan mengenalkan istilah filsafat yang berasal dari bahasa Yunani
Philosophia. Istilah filsafat juga
memiliki padanan kata dalam bahasa lainnya yaitu philosophia (Latin), philosophy
(Inggris), philosophic (Jerman,
belanda, Prancis), falsafah (Arab). Selain
itu, ada dua arti secara etimologi dari filsafat yang sedikit berbeda. Pertama, apabila istilah filsafat
mengacu pada asal kata philein dan sophos, maka artinya mencintai hal-hal
yang bersifat bijaksana (kata sifat). Kedua,
apabila filsafat mengacu pada asal kata philos
dan sophia, maka artinya adalah
teman/ kawan/ sahabat kebijaksanaan (kata benda). Filsafat yang dijabarkan dari
perkataan “philosophia” dari bahasa
Yunani berarti: cinta akan kebijaksanaan (love
of wisdom).
Fuad Ihsan pada bagian selanjutnya memaparkan definisi
filsafat dan filsafat ilmu yang dikutip dari beberapa ahli antara lain:
1.
Plato
(427 SM - 347 SM) mengatakan filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang
ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).
2.
Aristoteles
(384 SM - 322 SM) mengatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi
kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika,
etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas
segala benda).
3.
Marcus
Tullius Cicero (106 SM – 43 SM) politikus dan ahli pidato Romawi mengatakan
filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang agung dan usaha-usaha untuk
mencapainya.
4.
Prof
Dr. Fuad Hasan, guru besar Psikologi UI, mengatakan filsafat adalah suatu ikhtiar
untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya
suatu hal hendaknya dimasalahkan. Dengan jalan penjajakan yang radikal itu
filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
Beberapa orang ahli
juga mendefinisikan filsafat ilmu yaitu:
1.
The
Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif
terhadap persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun
hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.
2.
Hartono
Kasmadi, dkk (1990: 17-18) mendefinisikan filsafat ilmu adalah studi gabungan
yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk
menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu.
Dalam bab I juga mencakup tentang objek dan metode
filsafat ilmu yaitu objek material filsafat ilmu dan objek formal filsafat
ilmu. Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu
pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu,
sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Sedangkan objek
formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat
ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan. Untuk dapat memperoleh ilmu salah satunya
adalah mengetahui cara apa yang harus digunakan. Ilmu dapat digali atau dicari
menggunakan prosedur yang disebut metode ilmiah. Metode dapat diartikan sebagai
suatu proses atau cara mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah
sistematis. Langkah-langkah sebagai alur berpikir yang tercakup dalam metode
ilmiah dapat dijabarkan dalam suatu prosedur yang mencerminkan tahapan-tahapan
dalam kegiatan ilmiah, yaitu rumusan masalah, menentukan khasanah pengetahuan
ilmiah, penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis, penyusunan
hipotesis, pengujian hipotesis, penarikan kesimpulan.
Fuad
Ihsan dalam bagian pembahasan ini juga menjelaskan cabang-cabang filsafat dan
kegunaan filsafat. Fuad Ihsan mengklasifikasikan beberapa cabang dari filsafat
yaitu metafisika, logika, etika, estetika, dan epistemologi. Sedangkan kegunaan
filsafat yaitu agar terlatih berpikir serius, mampu memahami filsafat, agar
dapat menjadi ahli filsafat, menjadi warga negara yang baik.