Selasa, 28 Februari 2012

LAPORAN BACAAN


LAPORAN BACAAN (BOOK REPORT)

 OLEH: HERMALIZA

Identitas Buku
Filsafat Umum

Penulis             : Drs. H.A. Fuad Ihsan
Penerbit           : Rineka Cipta, Jakarta
Cetakan           : Pertama,  Februari 2010
Tebal               : ix + 295 Halaman


STRUKTUR LAPORAN BACAAN        
I.  PENDAHULUAN
Buku yang akan dilaporkan adalah buku yang berjudul Filsafat Ilmu yang ditulis oleh Fuad Ihsan. Buku ini diterbitkan pada Februari 2010 dan dicetak di Jakarta oleh penerbit Rineka Cipta dengan tebal ix 295 halaman dan ketebalan 20,5 cm.
Buku ini menceritakan sejarah perkembangan pengetahuan dan ilmu pengetahuan manusia dari zaman ke zaman melalui analisa berbagai masalah. Dengan lugas para penulisnya membahas filsafat ilmu yang mencerminkan kekhasan bidang tersebut, tidak sekadar menceritakan perkembangan ilmu itu sendiri. Beberapa bagian dari buku ini mengungkapkan masalah kebenaran dan ketidakpastian ilmu, serta masalah-masalah kemanusiaan lain yang terletak di luar bidang perkembangan ilmu pengetahuan.
Materi dalam buku ini disusun berdasarkan pendekatan atau sistematika filsafat ilmu: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Adapun cakupan meteri secara umum yang dibentangkan buku ini antara lain: Sejarah perkembangan ilmu, Filsafat, ilmu dan filsafat lmu, Dasar-dasar pengetahuan, Dimensi keilmuan, Sarana berpikir ilmiah, Ilmu dan teknologi, Ilmu dalam strategi insan.

 II.  LAPORAN BAGIAN BUKU
             Buku Filsafat Ilmu yang ditulis oleh Fuad Ihsan pada tahun 2010 ini, disusun berdasarkan pendekatan/ sistematika filsafat ilmu: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Buku ini memuat delapan topik kajian yang terjabarkan ke dalam delapan bab.
Bab I: Mengenal Filsafat Ilmu
            Bab I menyajikan tentang filsafat ilmu, Fuad Ihsan menjelaskan filsafat ilmu dimulai dengan mengenalkan istilah filsafat yang berasal dari bahasa Yunani Philosophia. Istilah filsafat juga memiliki padanan kata dalam bahasa lainnya yaitu philosophia (Latin), philosophy (Inggris), philosophic (Jerman, belanda, Prancis), falsafah (Arab). Selain itu, ada dua arti secara etimologi dari filsafat yang sedikit berbeda. Pertama, apabila istilah filsafat mengacu pada asal kata philein dan sophos, maka artinya mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (kata sifat). Kedua, apabila filsafat mengacu pada asal kata philos dan sophia, maka artinya adalah teman/ kawan/ sahabat kebijaksanaan (kata benda). Filsafat yang dijabarkan dari perkataan “philosophia” dari bahasa Yunani berarti: cinta akan kebijaksanaan (love of wisdom).
Fuad Ihsan pada bagian selanjutnya memaparkan definisi filsafat dan filsafat ilmu yang dikutip dari beberapa ahli antara lain:
1.      Plato (427 SM - 347 SM) mengatakan filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).
2.      Aristoteles (384 SM - 322 SM) mengatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).
3.      Marcus Tullius Cicero (106 SM – 43 SM) politikus dan ahli pidato Romawi mengatakan filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.
4.      Prof Dr. Fuad Hasan, guru besar Psikologi UI, mengatakan filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal hendaknya dimasalahkan. Dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.
Beberapa orang ahli juga mendefinisikan filsafat ilmu yaitu:
1.      The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu adalah segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.
2.      Hartono Kasmadi, dkk (1990: 17-18) mendefinisikan filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu.
Dalam bab I  juga mencakup tentang objek dan metode filsafat ilmu yaitu objek material filsafat ilmu dan objek formal filsafat ilmu. Objek formal filsafat ilmu adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Sedangkan objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan.  Untuk dapat memperoleh ilmu salah satunya adalah mengetahui cara apa yang harus digunakan. Ilmu dapat digali atau dicari menggunakan prosedur yang disebut metode ilmiah. Metode dapat diartikan sebagai suatu proses atau cara mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Langkah-langkah sebagai alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam suatu prosedur yang mencerminkan tahapan-tahapan dalam kegiatan ilmiah, yaitu rumusan masalah, menentukan khasanah pengetahuan ilmiah, penyusunan kerangka berpikir dalam penyusunan hipotesis, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, penarikan kesimpulan.
            Fuad Ihsan dalam bagian pembahasan ini juga menjelaskan cabang-cabang filsafat dan kegunaan filsafat. Fuad Ihsan mengklasifikasikan beberapa cabang dari filsafat yaitu metafisika, logika, etika, estetika, dan epistemologi. Sedangkan kegunaan filsafat yaitu agar terlatih berpikir serius, mampu memahami filsafat, agar dapat menjadi ahli filsafat, menjadi warga negara yang baik.

Kamis, 26 Januari 2012